Safari Maulid Putaran 3 di Masjid Babussalam Nanggalan, Mbah Bolong Tekankan Keberkahan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Nanggalan, Watugaluh — Suasana religius dan penuh kebersamaan menyelimuti Masjid Babussalam, Dusun Nanggalan, Desa Watugaluh, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Masyarakat mengikuti Safari Maulid Putaran 3 yang diselenggarakan bersama Mbah Bolong dan Ranting NU Watugaluh dengan penuh antusias.
Kegiatan yang dimulai pukul 15.30 WIB tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Umat yang Berkah dan Bermartabat.” Selain menjadi momentum memperingati kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Nabi Muhammad SAW.
Sebelum memasuki rangkaian acara utama, jamaah terlebih dahulu mengikuti pra-acara berupa pembacaan sholawat. Lantunan sholawat yang menggema di Masjid Babussalam menciptakan suasana khidmat sekaligus menjadi bentuk ungkapan cinta kepada Rasulullah SAW.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Sutaji. Jamaah mengikuti tahlil dengan khusyuk, memanjatkan doa dan dzikir bersama. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian santunan sebagai wujud kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.
Selanjutnya, Takmir Masjid Babussalam menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, disampaikan rasa syukur atas terlaksananya Safari Maulid di Dusun Nanggalan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kegiatan tersebut.
Suasana semakin semarak ketika jamaah bersama-sama melantunkan sholawat. Sholawat menjadi bagian penting dalam kegiatan Maulid sebagai bentuk kecintaan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW.
Mbah Bolong Sampaikan Makna Fahtazzal ‘Arsyu
Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Mbah Bolong. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat sejumlah kisah dan pesan keagamaan, di antaranya tentang keutamaan hari Jumat, kisah Sahabat Abu Bakar yang dikaitkan dengan mimpi, serta pembahasan mengenai bacaan Fahtazzal ‘Arsyu dalam rangkaian Maulid.
Mbah Bolong menjelaskan bahwa Fahtazzal ‘Arsyu merupakan bagian dari syair Maulid yang menggambarkan kegembiraan dan kemuliaan yang dikaitkan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Salah satu penggalan yang dikenal berbunyi:
“Fahtazzal ‘arsyu tharaban wastibsyâra, wazdâdal kursiyyu haibatan wa waqâra, wamtala-atis samâwâtu anwâra...”
Maknanya secara umum menggambarkan Arsy yang berguncang dalam suka cita dan kegembiraan, Kursi yang bertambah kewibawaan dan keagungannya, serta langit yang dipenuhi cahaya. Syair tersebut juga menggambarkan para malaikat yang mengumandangkan tahlil, tahmid, dan istighfar. ([NU Online][1])
Dalam penjelasannya, Mbah Bolong menekankan bahwa pesan utama dari pembacaan Fahtazzal ‘Arsyu bukan sekadar menikmati keindahan syair atau kisah tentang kemuliaan kelahiran Rasulullah SAW. Pesan yang lebih dalam adalah bagaimana umat Islam menyambut dan mensyukuri nikmat diutusnya Nabi Muhammad SAW dengan meningkatkan kecintaan kepada beliau serta meneladani akhlaknya.
Kelahiran Rasulullah SAW merupakan momentum yang mengingatkan umat bahwa Allah SWT telah menghadirkan seorang utusan yang menjadi teladan bagi manusia dalam akhlak, ibadah, kasih sayang, dan kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, kegembiraan dalam memperingati Maulid Nabi hendaknya diwujudkan dalam kehidupan nyata. Tidak cukup hanya dengan memperbanyak sholawat dan menghadiri majelis Maulid, tetapi juga dengan berusaha mengikuti ajaran dan akhlak Rasulullah SAW, menjaga hubungan baik dengan sesama, memperkuat persaudaraan, serta menghadirkan keberkahan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut selaras dengan tema Safari Maulid kali ini, yakni “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW untuk Membangun Umat yang Berkah dan Bermartabat.” Peringatan Maulid diharapkan mampu menjadi momentum perubahan, agar kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak berhenti di lisan, tetapi tercermin melalui perilaku sehari-hari.
Mbah Bolong juga menyampaikan bahwa keberkahan kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi alasan bagi umat untuk semakin bersyukur. Kehadiran Rasulullah SAW membawa tuntunan dan teladan yang menjadi pedoman bagi umat dalam menjalani kehidupan.
Setelah tausiyah, rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan Fahtazzal dan doa. Jamaah mengikuti rangkaian penutup tersebut dengan khusyuk, memohon kepada Allah SWT agar keberkahan Maulid Nabi senantiasa tercurah kepada seluruh masyarakat, keluarga, dan lingkungan Dusun Nanggalan.
Safari Maulid Putaran 3 di Masjid Babussalam Nanggalan akhirnya menjadi lebih dari sekadar peringatan kelahiran Nabi. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk bersholawat, berbagi, bersilaturahmi, menambah ilmu, serta menghidupkan kembali semangat meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat tersebut, masyarakat diharapkan mampu terus menjaga ukhuwah, memperkuat kepedulian sosial, dan bersama-sama membangun masyarakat yang berkah, rukun, dan bermartabat sebagaimana pesan yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. nun