Syiar Ramadhan Ranting NU Watugaluh
Watugaluh – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Watugaluh menggelar kegiatan Syiar Ramadhan pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Musholla Nurul Huda Dusun Nanggalan, Desa Watugaluh. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus NU ranting, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias hadir untuk bersama-sama memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan di bulan penuh berkah.
Acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang berlangsung dengan khidmat. Para jamaah bersama-sama melantunkan doa dan dzikir sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus mendoakan para leluhur dan kaum muslimin yang telah wafat. Suasana religius semakin terasa ketika seluruh jamaah larut dalam lantunan doa yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.
Setelah pembacaan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Jamaah dengan penuh semangat melantunkan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lantunan sholawat yang menggema di Musholla Nurul Huda menambah kekhusyukan dan kebersamaan di antara warga yang hadir.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Gatot Dwi Santoso. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan penting berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang akhlak seorang muslim. Ustadz Gatot menjelaskan bahwa salah satu tanda keimanan seseorang adalah bagaimana ia menjaga lisannya.
Beliau mengutip makna hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau lebih baik diam. Selain itu, seorang muslim juga dianjurkan untuk memuliakan tetangga serta memuliakan tamu, karena hal tersebut merupakan bagian dari wujud keimanan kepada Allah SWT.
Dalam penjelasannya, Ustadz Gatot menekankan bahwa menjaga ucapan, menghormati tetangga, serta memuliakan tamu merupakan nilai-nilai akhlak yang sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan ukhuwah, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan sosial.
Kegiatan Syiar Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Watugaluh. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Ranting NU Watugaluh berharap nilai-nilai Islam dapat semakin kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat selama bulan Ramadhan dan seterusnya.
Syiar Ramadhan Ranting NU Watugaluh
Watugaluh – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan, Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Desa Watugaluh menggelar kegiatan Syiar Ramadhan pada Jumat, 6 Maret 2026, bertempat di Musholla Nurul Huda Dusun Nanggalan, Desa Watugaluh. Kegiatan ini diikuti oleh para pengurus NU ranting, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang antusias hadir untuk bersama-sama memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan di bulan penuh berkah.
Acara dimulai dengan pembacaan tahlil yang berlangsung dengan khidmat. Para jamaah bersama-sama melantunkan doa dan dzikir sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT sekaligus mendoakan para leluhur dan kaum muslimin yang telah wafat. Suasana religius semakin terasa ketika seluruh jamaah larut dalam lantunan doa yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat.
Setelah pembacaan tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Jamaah dengan penuh semangat melantunkan sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW. Lantunan sholawat yang menggema di Musholla Nurul Huda menambah kekhusyukan dan kebersamaan di antara warga yang hadir.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiyah Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Gatot Dwi Santoso. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan penting berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang akhlak seorang muslim. Ustadz Gatot menjelaskan bahwa salah satu tanda keimanan seseorang adalah bagaimana ia menjaga lisannya.
Beliau mengutip makna hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, maka hendaklah ia berkata yang baik atau lebih baik diam. Selain itu, seorang muslim juga dianjurkan untuk memuliakan tetangga serta memuliakan tamu, karena hal tersebut merupakan bagian dari wujud keimanan kepada Allah SWT.
Dalam penjelasannya, Ustadz Gatot menekankan bahwa menjaga ucapan, menghormati tetangga, serta memuliakan tamu merupakan nilai-nilai akhlak yang sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai tersebut juga sejalan dengan ajaran Islam yang mengedepankan ukhuwah, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan sosial.
Kegiatan Syiar Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat Desa Watugaluh. Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, Ranting NU Watugaluh berharap nilai-nilai Islam dapat semakin kuat tertanam dalam kehidupan masyarakat selama bulan Ramadhan dan seterusnya. mal