Resume Pengajian Kitab Tafsir Al Ibriz oleh Ustadz Rojiful Mamduh SAP di Masjid Al Ikhlas Perumda Candimulyo Jombang, Kamis (5/3/2026) jelang buka
QS Al Asr 1
وَالْعَصْرِ
Demi waktu Asar
QS Al Asr 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
QS Al Asr 3
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Surat Al Asr ini sangat viral di zaman Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Karena setiap mengakhiri pertemuan, para sahabat mesti membacanya.
Dua orang sahabat ketemu. Ketika selesai urusannya baca Surat Al Asr kemudian salam.
Waktu Asar waktu mustajabah. Makanya banyak kiai yang mempunyai amalan khusus di waktu Asar.
Kiai Hanan Kwagean Kediri pas mengijazahkan manakib Jawahirul Maani di Jombang cerita, beliau sejak muda mengamalkan manakib Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Setiap hari bakda Asar beliau membaca manakib.
Waktu diibaratkan modal yang manusia banyak rugi dalam mengelolanya. Modal habis tapi tidak ada untung yang diraih tentu rugi.
Baik rugi dunia maupun akhirat.
Insan itu manusia seluruhnya. Muslim maupun non-muslim. Semua berpotensi rugi jika tidak mengatur waktu dengan baik.
Sebaiknya, yang bisa mengatur waktu maka akan memiliki potensi berhasil lebih besar.
Misalnya ada pelajar muslim tidak pernah belajar. Lalu pelajar non-muslim selalu mengisi waktunya dengan belajar. Maka yang akan pinter yakni pelajar non-muslim.
Pedagang non-muslim buka 24 jam. Pedagang muslim buka dua jam. Maka yang dapat untung banyak pedagang non-muslim. Ini sunnatullah yang berlaku untuk kehidupan dunia.
Sukses dunia belum tentu sukses akhirat.
Surat ini memberi resep agar kita tidak rugi dunia akhirat.
Caranya, mengisi waktu dengan empat hal.
1. Iman. Hati terus ingat Allah Ta'ala.
Lisan banyak menyebut Allah. Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Perbaruilah imanmu dengan zikir La ilaha illallah.
Dan raga taat beribadah kepada Allah Ta'ala. Salat lima waktu tepat waktu.
Habis salat langsung niat menunggu salat fardu berikutnya. Maka kita terus dicatat berpahala. Sewaktu-waktu wafat dicatat khusnul khatimah dalam kondisi menunggu salat.
Iman dijaga dengan menghindari maksiat. Karena saat maksiat iman copot.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seseorang mencuri kecuali saat mencuri imannya sedang copot.
Tidaklah seseorang judi, zina, mabuk dan maksiat kecuali saat itu imannya sedang copot.
Mati saat maksiat dikhawatirkan suul khatimah karena imannya sedang copot.
2. Beramal saleh. Setiap waktu harus diisi amal saleh. Baik berupa ibadah langsung kepada Allah Ta'ala seperti salat dan puasa.
Maupun amal yang manfaat kepada sesama manusia. Serta baik di mata manusia.
Seperti bekerja. Belajar. Mengajar. Silaturahmi. Melaksanakan amanah. Menepati janji. Nyahur utang. Nekani undangan. Membantu orang yang minta tolong.
Amal dunia yang diniati akhirat akan berpahala akhirat.
3. Saling menasihati dalam kebenaran.
Dalam tafsir Hidayatul Qur'an karya ketua MUI Jombang, DR KH Afifuddin Dimyati Alhafiz (Gus Awis) disebutkan bahwa Al-Haq itu adalah kalimat la ilaha illallah.
Jadi menasihati agar seseorang tetap berada di jalan Allah.
Ketika seseorang yang dalam kekuasaan kita seperti istri dan anak maksiat, kita bisa ingatkan dengan tangan atau kekuasaan.
Pemimpin yang punya kekuasaan mengubah kemungkaran dengan tangan atau kekuasaannya.
Yang mampu mencegah kemungkaran dan kemaksiatan dengan lisan, maka dengan lisannya.
Yang tidak mampu maka dengan hati. Hatinya ingkar atau tidak setuju dengan kemaksiatan atau kemungkaran itu.
Serta mendoakan agar pelakunya segera tobat.
4. Saling menasihati agar bersabar. Baik sabar dalam menerima takdir, balak, penyakit, fitnah dan musibah.
Sabar melaksanakan ketaatan. Tetap puasa meskipun ada yang mau mentraktir makan enak-enak.
Tetap salat meskipun ada yang ngajak main dan sibuk kerja.
Sabar menjauhi maksiat. Seperti Nabi Yusuf alaihissalam yang lebih memilih dipenjara daripada zina.
Agar bisa sabar kita harus ingat Allah Ta'ala
QS Annahl 127
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ
Bersabarlah dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah.
Kita pasti diuji dengan orang-orang terdekat. Makanya harus sabar.
QS Al Furqon 20.
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةًۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ
Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maka bersabarlah.
Suami diuji dengan istri. Istri diuji dengan suami. Orang tua diuji dengan anak.
Guru diuji dengan muridnya.
Tetangga diuji dengan tetangga. Bos diuji dengan anak buah. Pemimpin diuji dengan yang dipimpinnya.
Maka bersabarlah.
Sabar itu tidak ada batasnya. Makanya pahalanya juga tanpa batas.
QS Azzumar 10
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar pahalanya tanpa perhitungan.
Semakin dicintai oleh Allah Ta'ala maka akan semakin diuji sehingga harus semakin sabar.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda;
إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ
Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani)
Resume Pengajian Kitab Tafsir Al Ibriz oleh Ustadz Rojiful Mamduh SAP di Masjid Al Ikhlas Perumda Candimulyo Jombang, Kamis (5/3/2026) jelang buka
QS Al Asr 1
وَالْعَصْرِ
Demi waktu Asar
QS Al Asr 2
إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
QS Al Asr 3
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
Surat Al Asr ini sangat viral di zaman Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Karena setiap mengakhiri pertemuan, para sahabat mesti membacanya.
Dua orang sahabat ketemu. Ketika selesai urusannya baca Surat Al Asr kemudian salam.
Waktu Asar waktu mustajabah. Makanya banyak kiai yang mempunyai amalan khusus di waktu Asar.
Kiai Hanan Kwagean Kediri pas mengijazahkan manakib Jawahirul Maani di Jombang cerita, beliau sejak muda mengamalkan manakib Syekh Abdul Qodir Al Jailani. Setiap hari bakda Asar beliau membaca manakib.
Waktu diibaratkan modal yang manusia banyak rugi dalam mengelolanya. Modal habis tapi tidak ada untung yang diraih tentu rugi.
Baik rugi dunia maupun akhirat.
Insan itu manusia seluruhnya. Muslim maupun non-muslim. Semua berpotensi rugi jika tidak mengatur waktu dengan baik.
Sebaiknya, yang bisa mengatur waktu maka akan memiliki potensi berhasil lebih besar.
Misalnya ada pelajar muslim tidak pernah belajar. Lalu pelajar non-muslim selalu mengisi waktunya dengan belajar. Maka yang akan pinter yakni pelajar non-muslim.
Pedagang non-muslim buka 24 jam. Pedagang muslim buka dua jam. Maka yang dapat untung banyak pedagang non-muslim. Ini sunnatullah yang berlaku untuk kehidupan dunia.
Sukses dunia belum tentu sukses akhirat.
Surat ini memberi resep agar kita tidak rugi dunia akhirat.
Caranya, mengisi waktu dengan empat hal.
1. Iman. Hati terus ingat Allah Ta'ala.
Lisan banyak menyebut Allah. Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda; Perbaruilah imanmu dengan zikir La ilaha illallah.
Dan raga taat beribadah kepada Allah Ta'ala. Salat lima waktu tepat waktu.
Habis salat langsung niat menunggu salat fardu berikutnya. Maka kita terus dicatat berpahala. Sewaktu-waktu wafat dicatat khusnul khatimah dalam kondisi menunggu salat.
Iman dijaga dengan menghindari maksiat. Karena saat maksiat iman copot.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah seseorang mencuri kecuali saat mencuri imannya sedang copot.
Tidaklah seseorang judi, zina, mabuk dan maksiat kecuali saat itu imannya sedang copot.
Mati saat maksiat dikhawatirkan suul khatimah karena imannya sedang copot.
2. Beramal saleh. Setiap waktu harus diisi amal saleh. Baik berupa ibadah langsung kepada Allah Ta'ala seperti salat dan puasa.
Maupun amal yang manfaat kepada sesama manusia. Serta baik di mata manusia.
Seperti bekerja. Belajar. Mengajar. Silaturahmi. Melaksanakan amanah. Menepati janji. Nyahur utang. Nekani undangan. Membantu orang yang minta tolong.
Amal dunia yang diniati akhirat akan berpahala akhirat.
3. Saling menasihati dalam kebenaran.
Dalam tafsir Hidayatul Qur'an karya ketua MUI Jombang, DR KH Afifuddin Dimyati Alhafiz (Gus Awis) disebutkan bahwa Al-Haq itu adalah kalimat la ilaha illallah.
Jadi menasihati agar seseorang tetap berada di jalan Allah.
Ketika seseorang yang dalam kekuasaan kita seperti istri dan anak maksiat, kita bisa ingatkan dengan tangan atau kekuasaan.
Pemimpin yang punya kekuasaan mengubah kemungkaran dengan tangan atau kekuasaannya.
Yang mampu mencegah kemungkaran dan kemaksiatan dengan lisan, maka dengan lisannya.
Yang tidak mampu maka dengan hati. Hatinya ingkar atau tidak setuju dengan kemaksiatan atau kemungkaran itu.
Serta mendoakan agar pelakunya segera tobat.
4. Saling menasihati agar bersabar. Baik sabar dalam menerima takdir, balak, penyakit, fitnah dan musibah.
Sabar melaksanakan ketaatan. Tetap puasa meskipun ada yang mau mentraktir makan enak-enak.
Tetap salat meskipun ada yang ngajak main dan sibuk kerja.
Sabar menjauhi maksiat. Seperti Nabi Yusuf alaihissalam yang lebih memilih dipenjara daripada zina.
Agar bisa sabar kita harus ingat Allah Ta'ala
QS Annahl 127
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ
Bersabarlah dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah.
Kita pasti diuji dengan orang-orang terdekat. Makanya harus sabar.
QS Al Furqon 20.
وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةًۗ اَتَصْبِرُوْنَۚ
Kami menjadikan sebagian kamu sebagai cobaan bagi sebagian yang lain. Maka bersabarlah.
Suami diuji dengan istri. Istri diuji dengan suami. Orang tua diuji dengan anak.
Guru diuji dengan muridnya.
Tetangga diuji dengan tetangga. Bos diuji dengan anak buah. Pemimpin diuji dengan yang dipimpinnya.
Maka bersabarlah.
Sabar itu tidak ada batasnya. Makanya pahalanya juga tanpa batas.
QS Azzumar 10
اِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Sesungguhnya orang-orang yang bersabar pahalanya tanpa perhitungan.
Semakin dicintai oleh Allah Ta'ala maka akan semakin diuji sehingga harus semakin sabar.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda;
إذا أحَبَّ اللهُ قومًا ابْتلاهُمْ
Jika Allah mencintai suatu kaum maka mereka akan diuji” (HR. Ath-Thabrani)