Resume Pengajian Kitab Tafsir Al Ibriz oleh Ustadz Rojiful Mamduh SAP di Masjid Al-Ikhlas Perumda Candimulyo Jombang, Minggu (1/3/2026) jelang buka.
QS Attakasur 1.
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
(Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.
QS Attakasur 2.
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
sampai kamu ziarah (masuk) ke dalam kubur
Surat ini bisa dipakai untuk ketemu orang mati.
Suatu hari Imam Hasan Al Basri rahimahullah didatangi seorang ibu yang ingin tahu kondisi anaknya yang telah wafat.
Hasan Al Basri lalu menyarankan salat dua rakaat. Usai Fatihah membaca QS Attakasur.
Lalu mapan tidur sambil baca QS Attakasur sebanyak-banyaknya sampai tertidur.
Wanita itu akhirnya mimpi ketemu anaknya yang ternyata disiksa di kubur. Hasan Al Basri lalu menyarankan agar si ibu sedekah dan pahalanya dikirim buat si anak.
Pada hari lain, Hasan Al Basri yang mimpi ketemu si anak. Ternyata kondisi si anak sudah gembira.
Si anak cerita, barusan ada orang lewat kuburan baca salawat. Barokah nya salawat itu semua ahli kubur diangkat siksanya.
Ayat ini menegur orang yang bangga-banggaan dengan akeh-akehan harta, anak, perhiasan, kendaraan, subscriber, follower sehingga lupa dari taat kepada Allah Ta'ala.
Mereka baru akan sadar setelah masuk kubur. Masuk kubur dalam ayat ini disebut ziarah karena di kuburan tidak selamanya.
Di kuburan hanya mampir. Sebelum nanti dibangkitkan di hari kiamat.
Orang yang beriman dan beramal saleh, akan menerima nikmat di kuburan.
Sebaliknya, orang yang maksiat akan menerima siksa di kuburan.
Agar terhindar dari siksa kubur, ada tiga amalan yang bisa dilakukan.
1. Salat jamaah. Di kitab Durrotun Nasihin disebutkan hadis Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam. Orang yang istiqamah salat lima waktu berjamaah akan diberi lima hal:
a. Bebas dari kesempitan rezeki. Artinya rezekinya akan luas.
b. Bebas siksa kubur.
c. Menerima catatan amal tangan kanan.
d. Melewati sirot secepat kilat.
e. Masuk surga tanpa hisab.
2. Menghindari mengadu domba dan hati-hati saat buat air kecil.
Suatu hari Nabi Muhammad sollallahu alaihi wa sallam melewati dua kuburan. Dua orang di kuburan itu sedang disiksa.
Satu karena kemana-mana adu domba membuat orang bermusuhan.
Satunya karena kalau kencing sembrono sehingga nyiprat ke pakaian dan pakaiannya dipakai salat. Otomatis salatnya tidak diterima karena pakaiannya kena najis air kencing.
Namimah atau adu domba juga bisa menghapus pahala puasa.
Rasulullah Muhammad sollallahu alaihi wa sallam bersabda:
Ada 5 (lima) perbuatan yang dapat menghilangkan pahala puasa:
خمسٌ يُفطِرن الصّائِم: الغِيبةُ، والنّمِيمةُ، والكذِبُ، والنّظرُ بِالشّهوةِ، واليمِينُ الكاذِبةُ
Lima hal yang bisa membatalkan pahala orang berpuasa: Membicarakan aib orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu.” (HR Ad-Dailami).
3. Menghindari makan uang masjid.
Suatu ketika KH Mohammad Djamaluddin Ahmad Tambakberas ikut KH Sodiq Genukwatu ziarah makam.
Kiai Sodiq matur; Orang yang di dalam kubur sedang disiksa.
Kiai Jamal lalu tanya orang sekitar tentang perilaku orang yang di kuburan itu.
Orang-orang memberi tahu, yang di makam itu saat hidup jadi takmir masjid. Dan terkenal doyan makan uang masjid.
Agar tidak gampang mengambil yang bukan haknya, sebaiknya kita mengamalkan semua amalan yang meluaskan rezeki.
1. Agar rezeki secara materi diluaskan Allah Ta'ala.
2. Agar hati dikayakan oleh Allah Ta'ala sehingga tidak gampang minta-minta. Serta tidak gampang ngambil yang bukan haknya.
Di antara amalan agar rezeki luas:
a. Salat lima waktu berjamaah. Berdasarkan hadis di Durrotun Nasihin di atas.
b. 10 menit sebelum Magrib baca surat Wassamsyi, Wallaili, Falaq dan Annas. Ini disebutkan di Fasolatan karya Kiai Asnawi Kudus.
c. Habis salat Asar baca QS Waqiah tiga kali. Ini dawuh KH Nurul Huda Jazuli pengasuh Pondok Pesantren Ploso Kediri.
d. Salat Duha enam rakaat. Ini dawuh almarhum KH Ishom Hadziq Tebuireng
Resume Pengajian Kitab Tafsir Al Ibriz oleh Ustadz Rojiful Mamduh SAP di Masjid Al-Ikhlas Perumda Candimulyo Jombang, Minggu (1/3/2026) jelang buka.