Penutupan Syiar Ramadhan Banom NU Se-Desa Watugaluh Berlangsung Meriah di Musholla Falahul Muhibbin
Watugaluh – Penutupan kegiatan Syiar Ramadhan yang diselenggarakan oleh seluruh Badan Otonom (Banom) NU se-Desa Watugaluh berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Senin (16/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Musholla Falahul Muhibbin, Pondok Pesantren Falahul Muhibbin Dusun Gendong, Desa Watugaluh ini dihadiri sekitar 700 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Meskipun hujan deras mengguyur kawasan Watugaluh sejak sore hari, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jamaah untuk tetap menghadiri ngaji sore dalam rangka penutupan Syiar Ramadhan. Antusiasme masyarakat terlihat dari memadatinya area musholla dan halaman pondok pesantren hingga acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Gus Maimun Dhuha, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH Nur Hadi. Suasana khidmat terasa saat para jamaah bersama-sama melangitkan doa, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima Surat Keputusan (SK) Amil Zakat untuk masjid dan musholla se-Desa Watugaluh. Penyerahan dilakukan oleh Ketua UPZIS Desa Watugaluh bapak Lukman Hakim, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ustadz Rohmad Zubair, sebagai bentuk penguatan pengelolaan zakat di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting NU Watugaluh, Bapak Moh. Sulthon. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya rangkaian kegiatan Syiar Ramadhan yang telah berlangsung sejak awal hingga penutupan. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh Banom NU serta dukungan penuh dari masyarakat Desa Watugaluh.
“Alhamdulillah, dari awal hingga akhir kegiatan Syiar Ramadhan berjalan dengan sangat baik. Ini semua berkat kerja sama seluruh Banom NU se-Desa Watugaluh dan dukungan penuh masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dan bahkan lebih baik lagi di masa mendatang,” ujarnya.
Suasana semakin semarak saat lantunan sholawat menggema, dipimpin oleh rekan-rekan dari LESBUMI, IPNU, serta perwakilan dari Polres Jombang. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti sholawat bersama, menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kegembiraan.
Puncak acara diisi dengan tausiyah Syiar Ramadhan yang disampaikan oleh H. Zainal Abidin. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan para jamaah tentang pentingnya menjalankan perintah Allah SWT, terutama menjaga sholat lima waktu sebagai kewajiban utama bagi umat Islam.
Ia menegaskan bahwa sholat merupakan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, orang yang meninggalkan sholat akan kehilangan banyak kenikmatan dari Allah SWT, bahkan setelah meninggal dunia.
“Barang siapa yang tidak melaksanakan sholat di dunia, maka ketika meninggal dunia ia akan kehilangan nikmat dari Allah. Di alam kubur, nikmat itu akan dicabut, makamnya menjadi sangat gelap, dan ia akan mendapatkan siksaan,” pesannya di hadapan para jamaah.
Dengan gaya penyampaian yang khas dan penuh humor, tausiyah tersebut tidak hanya memberikan pesan mendalam, tetapi juga menghadirkan tawa dan kegembiraan di tengah para jamaah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara hingga penutupan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Jombang beserta perwakilan, jajaran Banom NU Desa Watugaluh, serta masyarakat umum yang turut memeriahkan penutupan Syiar Ramadhan tahun ini.
Penutupan Syiar Ramadhan Banom NU se-Desa Watugaluh pun menjadi momentum kebersamaan yang mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneguhkan semangat dakwah dan syiar Islam di tengah masyarakat
Penutupan Syiar Ramadhan Banom NU Se-Desa Watugaluh Berlangsung Meriah di Musholla Falahul Muhibbin
Watugaluh – Penutupan kegiatan Syiar Ramadhan yang diselenggarakan oleh seluruh Badan Otonom (Banom) NU se-Desa Watugaluh berlangsung meriah dan penuh khidmat pada Senin (16/3/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Musholla Falahul Muhibbin, Pondok Pesantren Falahul Muhibbin Dusun Gendong, Desa Watugaluh ini dihadiri sekitar 700 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Meskipun hujan deras mengguyur kawasan Watugaluh sejak sore hari, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para jamaah untuk tetap menghadiri ngaji sore dalam rangka penutupan Syiar Ramadhan. Antusiasme masyarakat terlihat dari memadatinya area musholla dan halaman pondok pesantren hingga acara berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Gus Maimun Dhuha, kemudian dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh KH Nur Hadi. Suasana khidmat terasa saat para jamaah bersama-sama melangitkan doa, memohon keberkahan dan kelancaran dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.
Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi serah terima Surat Keputusan (SK) Amil Zakat untuk masjid dan musholla se-Desa Watugaluh. Penyerahan dilakukan oleh Ketua UPZIS Desa Watugaluh bapak Lukman Hakim, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Ustadz Rohmad Zubair, sebagai bentuk penguatan pengelolaan zakat di lingkungan masyarakat.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Tanfidziyah Ranting NU Watugaluh, Bapak Moh. Sulthon. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya rangkaian kegiatan Syiar Ramadhan yang telah berlangsung sejak awal hingga penutupan. Ia juga mengapresiasi kerja sama seluruh Banom NU serta dukungan penuh dari masyarakat Desa Watugaluh.
“Alhamdulillah, dari awal hingga akhir kegiatan Syiar Ramadhan berjalan dengan sangat baik. Ini semua berkat kerja sama seluruh Banom NU se-Desa Watugaluh dan dukungan penuh masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung dan bahkan lebih baik lagi di masa mendatang,” ujarnya.
Suasana semakin semarak saat lantunan sholawat menggema, dipimpin oleh rekan-rekan dari LESBUMI, IPNU, serta perwakilan dari Polres Jombang. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti sholawat bersama, menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kegembiraan.
Puncak acara diisi dengan tausiyah Syiar Ramadhan yang disampaikan oleh H. Zainal Abidin. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan para jamaah tentang pentingnya menjalankan perintah Allah SWT, terutama menjaga sholat lima waktu sebagai kewajiban utama bagi umat Islam.
Ia menegaskan bahwa sholat merupakan tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan. Menurutnya, orang yang meninggalkan sholat akan kehilangan banyak kenikmatan dari Allah SWT, bahkan setelah meninggal dunia.
“Barang siapa yang tidak melaksanakan sholat di dunia, maka ketika meninggal dunia ia akan kehilangan nikmat dari Allah. Di alam kubur, nikmat itu akan dicabut, makamnya menjadi sangat gelap, dan ia akan mendapatkan siksaan,” pesannya di hadapan para jamaah.
Dengan gaya penyampaian yang khas dan penuh humor, tausiyah tersebut tidak hanya memberikan pesan mendalam, tetapi juga menghadirkan tawa dan kegembiraan di tengah para jamaah. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sepanjang acara hingga penutupan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kapolres Jombang beserta perwakilan, jajaran Banom NU Desa Watugaluh, serta masyarakat umum yang turut memeriahkan penutupan Syiar Ramadhan tahun ini.
Penutupan Syiar Ramadhan Banom NU se-Desa Watugaluh pun menjadi momentum kebersamaan yang mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus meneguhkan semangat dakwah dan syiar Islam di tengah masyarakat. nun