Cerahnya Syiar Ramadhan Edisi Mushola Nurul Iman Dusun Nanggalan
Kamis, 12 Maret 2026 — Suasana Ramadhan di Dusun Nanggalan terasa semakin semarak dengan digelarnya kegiatan Cerahnya Syiar Ramadhan di Mushola Nurul Iman. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan warga untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci.
Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh ustad Munip. Jamaah yang hadir mengikuti rangkaian doa dengan penuh khidmat, memohon keberkahan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan.
Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Takmir Mushola Nurul Iman, Bapak Lukman Hakim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan syiar Ramadhan. Ia juga meminta maaf atas segala keterbatasan tempat maupun jamuan yang ada kepada para jamaah yang hadir.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh rekan-rekan dari Lesbumi dan IPNU. Lantunan sholawat yang menggema ditemani cuaca cukup cerah yang senantiasa dapat membawa cahaya hati bagi kita semua.
Memasuki acara inti, Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Ustad Zamroni. Dalam tausiyahnya, beliau mengulas kandungan Surat Wal ‘Ashr dengan ayat pembuka “Wal ‘ashri innal insaana lafii khusr.” Beliau menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu dengan iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, serta saling menasihati dalam kesabaran.
Beliau juga menekankan pentingnya menuntut ilmu dan menjaga hati melalui kegiatan mengaji. Dalam penyampaiannya beliau mengingatkan bahwa “Ngaji iku ngopeni jiwa,” yang berarti mengaji adalah cara merawat dan menenangkan jiwa agar tetap dekat dengan Allah SWT.
Selain itu, beliau juga mengingatkan salah satu perintah Allah SWT kepada umat manusia, yaitu melaksanakan sholat dengan penuh keikhlasan. Ibadah sholat hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah, tanpa mengharap balasan atau pujian dari manusia. Maka, kendalikan fikiranmu dalam menjalani ibadah yang semata mata hanya karna Allah Ta'ala.
Cerahnya Syiar Ramadhan Edisi Mushola Nurul Iman Dusun Nanggalan
Kamis, 12 Maret 2026 — Suasana Ramadhan di Dusun Nanggalan terasa semakin semarak dengan digelarnya kegiatan Cerahnya Syiar Ramadhan di Mushola Nurul Iman. Kegiatan ini menjadi momentum kebersamaan warga untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat tali silaturahmi di bulan suci.
Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh ustad Munip. Jamaah yang hadir mengikuti rangkaian doa dengan penuh khidmat, memohon keberkahan serta kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan.
Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Takmir Mushola Nurul Iman, Bapak Lukman Hakim. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang turut memeriahkan kegiatan syiar Ramadhan. Ia juga meminta maaf atas segala keterbatasan tempat maupun jamuan yang ada kepada para jamaah yang hadir.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat yang dibawakan oleh rekan-rekan dari Lesbumi dan IPNU. Lantunan sholawat yang menggema ditemani cuaca cukup cerah yang senantiasa dapat membawa cahaya hati bagi kita semua.
Memasuki acara inti, Mauidhoh Hasanah disampaikan oleh Ustad Zamroni. Dalam tausiyahnya, beliau mengulas kandungan Surat Wal ‘Ashr dengan ayat pembuka “Wal ‘ashri innal insaana lafii khusr.” Beliau menjelaskan bahwa manusia pada hakikatnya berada dalam kerugian apabila tidak memanfaatkan waktu dengan iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, serta saling menasihati dalam kesabaran.
Beliau juga menekankan pentingnya menuntut ilmu dan menjaga hati melalui kegiatan mengaji. Dalam penyampaiannya beliau mengingatkan bahwa “Ngaji iku ngopeni jiwa,” yang berarti mengaji adalah cara merawat dan menenangkan jiwa agar tetap dekat dengan Allah SWT.
Selain itu, beliau juga mengingatkan salah satu perintah Allah SWT kepada umat manusia, yaitu melaksanakan sholat dengan penuh keikhlasan. Ibadah sholat hendaknya dilakukan semata-mata karena Allah, tanpa mengharap balasan atau pujian dari manusia. Maka, kendalikan fikiranmu dalam menjalani ibadah yang semata mata hanya karna Allah Ta'ala.