*Safari Maulid Ranting NU Watugaluh di Masjid At-Taqwa di Iringi Rintikan Penuh Berkah
Watugaluh, 28 Februari 2026 — Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Watugaluh menggelar kegiatan Safari Maulid pada Sabtu (28/2/2026) bertempat di Masjid At-Taqwa. Acara yang berlangsung sejak bada ashar yang berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, meski diiringi rintik hujan yang menambah suasana sejuk dan penuh keberkahan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Kamsun. Lantunan doa dan dzikir menggema di dalam masjid, mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para leluhur dan memohon keberkahan bagi masyarakat Watugaluh.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bapak Rofiq Nur, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak warga Nahdliyin untuk terus menjaga semangat kebersamaan dengan penuh kesederhanaan dan suka cita.
Rangkaian acara berikutnya adalah santunan anak yatim yang dipandu oleh UPZISNU. Kegiatan santunan tersebut diiringi mahalul qiyam dan lantunan sholawat yang menambah suasana haru dan penuh kebahagiaan, terutama bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan.
Memasuki acara inti, tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Gus Maimun Dhuha dengan tema “Sifat-Sifat Manusia.” Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan pentingnya mengenali karakter dan kecenderungan diri manusia, agar mampu memperbaiki akhlak serta meningkatkan kualitas ibadah, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mbah Bolong. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tausiyah tambahan mengenai hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, yaitu:
1. Berbuka puasa dengan makanan yang haram.
2. Berbuka puasa disertai rasan-rasan (menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain).
3. Tidak menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat agar pahala puasa tetap utuh dan diterima Allah SWT.
Dengan suasana yang syahdu dan rintik hujan yang menambah kesejukan menjelang berbuka, kegiatan Safari Maulid Ranting NU Watugaluh ini diharapkan mampu memperkuat keimanan dan kebersamaan warga, serta menjadi bekal dalam mengarungi bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan.
*Safari Maulid Ranting NU Watugaluh di Masjid At-Taqwa di Iringi Rintikan Penuh Berkah
Watugaluh, 28 Februari 2026 — Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Watugaluh menggelar kegiatan Safari Maulid pada Sabtu (28/2/2026) bertempat di Masjid At-Taqwa. Acara yang berlangsung sejak bada ashar yang berjalan dengan lancar dan penuh khidmat, meski diiringi rintik hujan yang menambah suasana sejuk dan penuh keberkahan.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh H. Kamsun. Lantunan doa dan dzikir menggema di dalam masjid, mengajak seluruh jamaah untuk mendoakan para leluhur dan memohon keberkahan bagi masyarakat Watugaluh.
Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Bapak Rofiq Nur, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengajak warga Nahdliyin untuk terus menjaga semangat kebersamaan dengan penuh kesederhanaan dan suka cita.
Rangkaian acara berikutnya adalah santunan anak yatim yang dipandu oleh UPZISNU. Kegiatan santunan tersebut diiringi mahalul qiyam dan lantunan sholawat yang menambah suasana haru dan penuh kebahagiaan, terutama bagi anak-anak yatim yang menerima bantuan.
Memasuki acara inti, tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Gus Maimun Dhuha dengan tema “Sifat-Sifat Manusia.” Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan pentingnya mengenali karakter dan kecenderungan diri manusia, agar mampu memperbaiki akhlak serta meningkatkan kualitas ibadah, khususnya menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Mbah Bolong. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga menyampaikan tausiyah tambahan mengenai hal-hal yang dapat menghilangkan pahala puasa, yaitu:
1. Berbuka puasa dengan makanan yang haram.
2. Berbuka puasa disertai rasan-rasan (menggunjing atau membicarakan keburukan orang lain).
3. Tidak menjaga anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta seluruh anggota tubuh dari perbuatan maksiat agar pahala puasa tetap utuh dan diterima Allah SWT.
Dengan suasana yang syahdu dan rintik hujan yang menambah kesejukan menjelang berbuka, kegiatan Safari Maulid Ranting NU Watugaluh ini diharapkan mampu memperkuat keimanan dan kebersamaan warga, serta menjadi bekal dalam mengarungi bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kesiapan.nun