Safari Ramadan yang digelar di *Masjid Baabussalam Nanggalan* pada Rabu sore 25 Februari 2026, berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Kegiatan yang terselenggara atas kolaborasi bersama badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama ini dihadiri oleh lebih dari 700 jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Acara diawali dengan pembukaan oleh panitia, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh tokoh setempat. Lantunan kalimat thayyibah menggema di seluruh area masjid, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati para jamaah.
Memasuki rangkaian berikutnya, upziznu menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dan wujud nyata semangat berbagi di bulan suci. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling mengharukan dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mahalul qiyam yang dipimpin oleh tim sholawat dan segenap rekan IPNU, diiringi lantunan shalawat yang menggugah semangat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Para jamaah dengan khusyuk berdiri mengikuti rangkaian mahalul qiyam hingga selesai.
Puncak acara diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Kiai Nur Hadi, yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam tausiyahnya, beliau mengangkat tema tentang hal-hal yang membatalkan puasa. Dengan bahasa yang lugas dan penuh hikmah, beliau menjelaskan berbagai perkara yang dapat membatalkan puasa, seperti makan dan minum dengan sengaja, muntah dengan sengaja, serta hal-hal lain yang perlu dihindari umat Islam agar ibadah puasanya tetap sah dan diterima Allah SWT. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, pandangan, dan perilaku agar tidak mengurangi pahala puasa.
Acara ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Mbah Bolong, memohon keberkahan, kesehatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan dan kekuatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Dengan kehadiran lebih dari 700 jamaah, Safari Ramadan di Masjid Baabussalam Nanggalan menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial di lingkungan Nahdlatul Ulama. (nun)